Tips Pencegahan Kecelakaan Kerja

pencegahan kecelakaan kerja

Menurut data BPJS, angka kecelakaan kerja pada tahun 2017 yang lalu menembus 123.000 kasus.

<

Ini berarti, setiap hari terjadi 336 kasus kecelakaan kerja!

Atau setara dengan 14 kecelakaan kerja setiap jamnya.

Sungguh, ini adalah jumlah kasus kecelakaan kerja yang sangat tinggi. Kita perlu melakukan sesuatu agar angka kecelakaan kerja bisa diturunkan.

Hanya ada satu cara terbaik.

Pencegahan.

Maka dari itu, upaya pencegahan kecelakaan kerja sangat penting. Dan upaya ini harus mendapatkan prioritas utama.

Pencegahan kecelakaan kerja harus terus dilakukan. Agar efektif, maka penyebab kecelakaan kerja harus dikenali terlebih dahulu.

Dengan mengenali penyebabnya, maka upaya pencegahan kecelakaan kerja akan lebih terarah dan fokus.

Tips Pencegahan Kecelakaan Kerja

Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk melakukan upaya pencegahan kecelakaan kerja. Dari yang sederhana sampai yang rumit.

Tetapi, apapun upaya apa pun yang akan kita lakukan, maka segeralah lakukan. Jangan ditunda-tunda. Sebelum potensi bahaya menyebabkan kecelakaan kerja terjadi.

Kalau sudah terjadi kecelakaan kerja, maka konsekuensinya sangat besar.

Maka sebelum semua itu terjadi, ikuti langkah-langkah pencegahan berikut ini. Anda bisa memulai tips berikut dari yang termudah dahulu menurut anda.

1. Selalu jaga kebersihan tempat kerja

Sebagian orang mungkin menganggap kebersihan tempat kerja tidak ada hubungannya dengan keselamatan kerja. Jelas ini pandangan yang salah.

Yang benar adalah kondisi tempat kerja yang bersih dan rapih merupakan awal dari keselamatan kerja.

Sebaliknya. Coba anda bayangkan. Tempat kerja anda kotor dan berantakan.

Oli, air atau cairan lain tercecer di mana-mana. Lantai kerja menjadi licin. Anda atau rekan kerja anda bisa saja terpeleset setiap saat.

Jika cairan yang tercecer mudah terbakar, maka potensi kebakaran bisa terjadi dengan mudah.

2. Tempatkan poster K3 di tempat yang tepat

Komunikasikan keselamatan dan kesehatan kerja secara masif, tapi efektif. Gunakan poster, safety slogan atau tanda bahaya yang tepat untuk mengingatkan akan potensi bahaya yang ada.

Lakukan evalusi secara berkala. Periksa apakah poster yang digunakan efektif dan dapat menyampaikan pesan yang ingin anda sampaikan.

3. Sediakan training yang sesuai dengan kebutuhan

Jangan pernah memberikan tugas pekerjaan kepada karyawan yang belum pernah mendapatkan pelatihan atau training.

Pastikan selalu karyawan yang bekerja sudah mendapatkan training atau pelatihan serta praktik yang cukup.

4. Pelihara kondisi peralatan kerja

Alat kerja yang tidak laik pakai bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan kerja. Dan akibatnya bisa sangat fatal.

Maka program pemeliharaan peralatan menjadi sangat penting untuk dilakukan secara konsisten. Jangan lupa pula untuk melakukan pengecekan sebelum digunakan, untuk memastikan kondisinya baik.

5. Selalu ikuti prosedur kerja

Setiap pekerjaan harus dilengkapi dengan standard operating procedure (SOP). SOP dibuat sudah dengan mempertimbangkan faktor keselamatan.

Selalu ikuti prosedur kerja, meskipun anda sudah terampil melakukannya.

Menggunakan jalan pintas dengan mengabaikan SOP sangat beresiko dan bisa jadi anda celaka karenanya.

6. Laporkan setiap kondisi tidak aman

Kondisi tidak aman bisa muncul kapan saja. Bisa jadi anda yang menemukannya. Memang, tidak ada kecelakaan kerja yang terjadi ketika anda menemukannya.

Tapi, tahukah anda bahwa bisa jadi kondisi tidak aman tersebut bisa menyebabkan kecelakaan kerja dan menimpa rekan kerja anda satu menit kemudian?

Maka, laporkan segera jika anda menemukan kondisi tidak aman. Kapan pun. Lebih cepat akan lebih baik, supaya segera bisa segera dilakukan tidak koreksi atau pengendalian bahaya.

7. Jangan memaksakan bekerja ketika tidak sehat

Kadangkala orang salah persepsi. Karena ingin terlihat rajin, dalam kondisi kurang fit atau sehat pun masih memaksakan bekerja.

Tindakan seperti ini sungguh sangat beresiko. Bukan hanya untuk yang bersangkutan, tapi dapat membahayakan pula orang lain.

Minta ijin untuk istirahat dan memulihkan kondisi kesehatan anda. Jauh lebih baik.

8. Kenali kondisi area kerja anda

Dengan mengenal kondisi area pekerjaan, anda akan dapat dengan mudah mengidentifikasi area mana saja yang memiliki tingkat bahaya yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain.

Anda akan lebih berhati-hati ketika bekerja, karena sudah tahu benar kondisinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *