10 Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja

penyebab kecelakaan kerja

Hampir setiap hari berita kecelakaan kerja di industri kita dengar. Salah satu diantaranya adalah berita meninggalnya seorang pekerja di Tangerang ketika sedang membersihkan mesin pendingin. Pekerja tersebut meninggal setelah tersengat aliran listrik. Akar penyebab kecelakaan kerja tersebut belum diketahui secara pasti.

Kecelakaan ini tentu menambah jumlah angka kecelakaan kerja yang terjadi di Indonesia. Angka statistik kecelakaan kerja di Indonesia memang masih tergolong tinggi.

Menurut catatan BPJS Ketenagakerjaan, pada tahun 2017 telah terjadi 123 ribu kasus kecelakaan kerja. Angka ini naik sebesar 20% dibandingkan dengan jumlah kecelakaan kerja pada tahun 2016.

Namun disayangkan belum ada laporan resmi tentang akar penyebab dari sekian banyak kecelakaan kerja yang telah terjadi.

Kalau kita bandingkan dengan di negara lain, Amerika Serikat misalnya, secara resmi dipublikasikan tentang data statistik kecelakaan kerja termasuk faktor utama penyebabnya.

Salah satunya seperti dirilis oleh OSHA. Anda bisa lihat datanya di sini.

Padahal dengan mengetahui penyebab kecelakaan kerja, akan ada banyak potensi kecelakaan kerja yang bisa kita cegah, yaitu dengan cara menghilangkan penyebab-penyebabnya.

Cari Tahu Faktor-faktor Penyebab Kecelakaan Kerja

Karena mengetahui faktor-faktor penyebab kecelakaan kerja sangat penting, maka pada postingan kali ini akan difokuskan pada faktor-faktor tadi.

Bisa jadi faktor-faktor yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja terjadi begitu banyak dan beragam.

Tapi, saya akan tulis yang menurut pengalaman saya menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan kerja.

Plus, saya coba gabungkan dengan beberapa faktor yang diperoleh dari beberapa sumber. Tentu saja, hasil dari investigasi mendalam dari suatu kecelakaan kerja yang terjadi.

#1 Training Yang Tidak Memadai
Faktor kurangnya training, termasuk frekuensi training yang terlalu jarang (untuk refreshing) dan tidak ada evaluasi setelah training menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan kerja.

#2 Perilaku Tidak Aman
Banyak bercanda sewaktu bekerja, ceroboh atau mengabaikan peraturan K3 adalah sekedar beberapa diantara sekian banyak perilaku tidak aman. Mengabaikan prosedur kerja juga termasuk ke dalam kategori perilaku tidak aman.

#3 Prosedur atau SOP
Prosedur kerja yang disusun dengan tidak memperhatikan faktor keselamatan kerja di dalamnya, dapat menyebabkan kecelakaan kerja terjadi. Maka, penting sekali untuk melakukan evaluasi dan review secara berkala terhadap semua prosedur kerja yang telah dibuat.

#4 Kondisi Peralatan
Memaksakan bekerja dengan menggunakan peralatan dengan kondisi tidak laik menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan kerja. Termasuk misalnya mengoperasikan tanki penyimpanan dengan indikator level yang tidak terkalibrasi.

#5 Bahan Yang Digunakan
Menghindari penggunaan bahan kimia B3 seperti H2O2 atau HNO3 tentu jauh lebih efektif untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja dari pada menggunakan bahan kimia B3 meskipun dilengkapi dengan alat pelindung diri seperti kacamata safety misalnya.

Menggunakan bahan atau material yang tidak kompatibel juga bisa memicu terjadinya masalah K3. Ini karena akan terjadi reaksi yang tidak terkendali.

#6 Desain Tempat Kerja
Idealnya, tempat kerja didesain aman sejak awal. Namun, pada kenyataannya tetap saja ada lack of design yang membuat tempat kerja tidak 100% aman. Juga, bisa jadi tempat kerja menjadi tidak lebih aman setelah ada perubahan desain atau modifikasi.

#7 Lokasi Kerja
Bekerja pada ketinggian tentu memiliki resiko tinggi. Bekerja di dalam sebuah confined space jauh lebih berbahaya daripada bekerja pada ruangan terbuka. Karena itulah faktor lokasi kerja menjadi salah satu penyebab kecelakaan kerja terjadi.

#8 Desain Alat
Alat yang didesain dengan pertimbangan safety di dalamnya akan mampu mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Sebagai contoh, motor kompresor atau pompa biasanya didesain dengan motor cover, untuk menghindari anggota tubuh terkena bagian berputar.  Desain alat seperti ini aman dari sisi K3. Sebaliknya, alat-alat putar yang tidak memiliki barrier berpotensi bahaya bagi pekerja.

#9 Budaya Safety
Perusahaan dengan budaya safety yang tidak baik akan memiliki potensi terjadinya kecelakaan kerja yang lebih tinggi. Dan yang membuat sulit adalah proses mengubah budaya safety yang kurang baik menjadi yang lebih baik memerlukan waktu, tenaga dan usaha yang besar.

#10 Komitmen Manajemen
Komitmen yang kuat serta dukungan penuh manajemen terhadap safety di dalam perusahaan sangat besar pengaruhnya terhadap angka kecelakaan kerja yang terjadi. Komitmen yang kuat bisa dilihat salah satunya dari seberapa besar alokasi anggaran yang disediakan untuk membuat tempat kerja menjadi lebih aman.

Proaktif Dalam Pencegahan Kecelakaan Kerja

Setelah kita mengetahui faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya kecelakaan kerja, maka sekarang saatnya kita untuk melakukan upaya nyata.

Apa yang harus kita lakukan?

Yang terpenting adalah melakukan identifikasi bahaya secara konsisten dan melakukan upaya untuk menurunkan tingkat bahaya tersebut ketingkat yang aman.

Untuk melakukannya maka kita perlu teknik pengendalian bahaya. Pastikan kita melakukannya sesuai dengan teori hirarki pengendalian bahaya yang benar.

Jika kita bisa konsisten melakukannya, maka resiko kecelakaan kerja bisa kita cegah.

Tinggalkan Balasan