Browsing: Tutorial

Cara Memilih Air Purifier Yang Bagus Untuk Ruang Kerja

CARA MEMILIH AIR PURIFIER YANG BAGUS

Bagaimana cara memilih air purifier yang bagus itu? Temukan caranya pada postingan kali ini.

Yuk, kita mulai.

Udara yang bersih dan sehat merupakan kebutuhan yang mendasar, baik di tempat kerja maupun rumah.

Bebas dari debu, polusi uap bahan berbahaya, virus, bakteri dan kontaminan lain yang ada di udara.

[Continue reading…]

{ Add a Comment }

3 Kepanjangan TDS yang Mesti Anda Tahu

kepanjangan TDS

Istilah TDS – bagian sebagian besar dari anda – mungkin sudah tidak asing lagi. Bahkan, bisa jadi sudah menjadi istilah yang digunakan pada pekerjaan sehari-hari.

Akan tetapi, ternyata ketika saya coba cari tahu lewat google, ternyata hampir semua halaman yang ditampilkan oleh google terkait dengan kualitas air minum saja.

Bahkan ditampilkan pula halaman yang menjelaskan TDS meter, yaitu alat untuk mengukur besarnya TDS.

[Continue reading…]

{ Add a Comment }

Mari Mengenal Jenis ISO Tank Container

jenis iso tank container

ISO tank container digunakan sebagai sarana untuk pengangkutan bahan kimia cair, gas yang dimampatkan dan produk lain yang dapat dialirkan.

Beberapa jenis bahan kimia yang umumnya menggunakan ISO tank container antara lain hidrogen peroksida, etanol, amonia, LPG, solar, asam klorida dan sodium hidroksida atau NaOH.

ISO tank container terdiri dari frame dan tanki berbentuk silinder, yang dilengkapi dengan valve, man hole, hand hole, indikator suhu dan alat pengaman seperti rupture disc, safety valve atau air discharge.

Untuk valve, ada ISO tank container yang valvenya dipasang di bagian bawah untuk keperluan unloading, ada juga yang dipasang di bagian atas.

Kelebihan ISO Tank Container

Ada beberapa keunggulan atau kelebihan yang dimiliki oleh ISO tank container, yang tidak dimiliki oleh jenis kemasan lain seperti drum, jerry can atau Intermediate Bulk Container (IBC).

Efisien
Menggunakan ISO tank container sebagai kemasan lebih murah dibandingkan dengan menggunakan jenis kemasan lain, meskipun mengangkut produk dalam jumlah yang sama.

Selain itu, proses pengisian, quality control dan pengecekan akhir pun jauh lebih simpel.

Dan ISO tank container dapat dikirim dengan menggunakan beragam mode transportasi, yaitu laut, darat dan rel kereta api.

Ramah Lingkungan
ISO tank container dapat digunakan ulang atau reusable, sehingga mengurangi limbah dan tentu saja emisi karbon dioksida.

Bahkan, dari sisi lamanya penggunaan, sebuah ISO tank container bisa bertahan hingga 30 tahun.

Lebih Aman
Setiap ISO tank container sebelum dapat digunakan harus diuji secara teknis terlebih dahulu sampai mendapatkan sertifikasi.

Dan secara periodik, dilakukan uji berkala untuk memastikan keamanannya.

Kemungkinan terjadinya kebocoran pun sangat kecil, karena maksimum hanya ada 2 valve. Bahkan ada ISO tank container yang hanya memiliki 1 valve saja pada bagian atas.

Jenis-jenis ISO Tank Container

Material yang biasa digunakan untuk pembuatan ISO tank container adalah stainless steel, dengan beragam tipe sesuai dengan jenis bahan kimia yang diangkutnya; SUS 304, SUS 304L, SUS 316, SUS 316L dan lain-lain.

Dilihat dari ukurannya, ISO tank container memiliki ukuran standar 20′. Atau tepatnya 20’x8’x8’6″.

Ada tiga jenis ISO tank container seperti diatur oleh IMO, yaitu:

  • IMO 0: cocok digunakan untuk transportasi bahan tidak berbahaya, dimana proses unloadingnya tanpa tekanan. Kapasitasnya mulai dari 17.000 – 26.000 liter, dengan ketebalan tanki 2-3 mm. Berat kosong container tipe ini berkisar antara 2.200-3.000 kg.
  • IMO 1: cocok digunakan untuk semua jenis bahan kimia, termasuk bahan kimia B3. Kapasitasnya mulai dari 11.000 – 26.000 liter, dengan ketebalan tanki 5,2-8,0 mm. Berat kosong container tipe ini berkisar antara 3.500-6.000 kg. Tekanan operasinya antara 2,65-6,0 atm.
  • IMO 2: cocok digunakan untuk beragam bahan kimia yang memiliki kelas bahaya. Kapasitasnya mulai dari 17.000 – 26.000 liter, dengan ketebalan tanki 3-4 mm. Berat kosong container tipe ini berkisar antara 2.500-4.000 kg. Tekanan operasinya antara 1,75-3,0 atm.

Sebelum melakukan pembelian atau penyewaan ISO tank container, maka pastikan terlebih dahulu jenis yang tepat untuk produk yang akan diangkut.

{ Add a Comment }

Pengertian RCA (Root Cause Analysis) Yang Harus Anda Tahu

pengertian RCA

Kegiatan penyelesaian masalah atau problem solving merupakan kegiatan yang sangat penting, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di tempat kerja.

Tujuan utamanya adalah agar masalah dapat diselesaikan serta masalah yang sama tidak terulang di masa yang akan datang, dengan menetapkan tindakan korektif atau correction action yang efektif.

Tentu saja tidak elok jika masuk ke dalam lubang yang sama, bukan?

[Continue reading…]

{ 1 Comment }

Cara Membuat Spesifikasi Pressure Safety Valve Yang Tepat

spesifikasi pressure safety valve

Untuk mendapatkan safety valve yang sesuai dengan kebutuhan, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan spesifikasi pressure safety valve.

Maka lakukan dengan teliti dan hati-hati. Karena jika spesifikasi yang dibuat tidak sesuai dengan kebutuhan proses, maka bisa jadi safety valve yang anda beli tidak dapat digunakan.

[Continue reading…]

{ 1 Comment }

8 Tips Jitu Cara Memilih Sepatu Safety Terbaik

cara memilih sepatu safety

Cara memilih sepatu safety tentu berbeda dengan memilih sepatu casual untuk keperluan sehari-hari.

Model dan desain yang kekinian bukanlah kriteria utama dalam pemilihan sepatu safety.

Salah memilih sepatu safety berpotensi menyebabkan terjadinya cedera pada kaki bahkan kecelakaan kerja.

[Continue reading…]

{ 1 Comment }

Cara Mengurangi Konsumsi Air Cooling Tower

cara mengurangi konsumsi air cooling tower

Cooling tower merupakan salah satu peralatan terpenting bagi sebuah pabrik kimia, seperti pabrik asam nitrat.

Proses produksi tidak akan dapat dijalankan jika cooling tower tidak dapat beroperasi.

Mengapa?

Karena peralatan proses seperti kompresor dan mesin pendingin (chiller) tidak dapat beroperasi tanpa adanya media pendingin cooling water.

Untuk dapat beroperasi sebuah cooling tower memerlukan utilitas seperti air, listrik serta chemical untuk keperluan cooling water treatment agar kualitas cooling water tetap terjaga baik. [Continue reading…]

{ Add a Comment }

Perhitungan Kebutuhan Air Cooling Tower

perhitungan kebutuhan air cooling tower

Cooling tower atau menara pendingin merupakan salah satu alat proses yang terpenting bagi pabrik kimia. Tak terkecuali di dalamnya termasuk pula industri manufaktur.

Bagaimana tidak, hampir semua peralatan proses lain seperti kompresor, chiller, heat exchanger, reaktor dan lainnya memerlukan media pendingin cooling water untuk dapat beroperasi.

Untuk mengoperasikan cooling tower diperlukan banyak air. Besarnya konsumsi air untuk cooling tower tergantung dari banyak faktor.

Konsumsi jumlah air tertinggi terjadi pada saat dilakukannya initial charge ketika cooling tower akan dioperasikan pertama kali atau setelah dilakukan perawatan tahunan atau yearly preventive maintenance.

Sementara itu, untuk keperluan operasional diperlukan make up water untuk menggantikan air yang hilang melalui evaporation, wind loss dan blow down.

Selain itu, faktor kebocoran air di pipa atau peralatan harus pula diperhitungkan.

Perhitungan Kebutuhan Air Cooling Tower

Sebelum membahas bagaimana perhitungan kebutuhan air cooling tower dilakukan, pertama-tama kita pahami dulu beberapa istilah yang terkait dengan air yang masuk ke dan keluar dari cooling tower.

  • make up water: air yang diumpankan atau dimasukan ke dalam cooling tower basin untuk menggantikan air yang hilang dari cooling tower.
  • blow down: air cooling tower atau cooling water yang dikeluarkan dari cooling tower untuk menjaga konsentrasi partikel di dalamnya.
  • evaporation loss: cooling water yang hilang keluar dari cooling tower karena proses penguapan.
  • wind loss: cooling water yang hilang keluar dari cooling tower yang terbawa melalui aliran udara. Wind loss disebut juga dengan drift loss.

Selain keempat termin tadi, ada pula hilang air dari cooling tower melalui kebocoran pipa, peralatan atau pada cooling tower itu sendiri.

Kemudian, agar konsep ini mudah untuk dipahami, mari kita simak bagaimana cooling tower dioperasikan.

Yang akan kita tinjau adalah operasi dari cooling tower tipe mechanical draft, cross flow.

Pada saat cooling tower akan dioperasikan untuk pertama kalinya, maka cooling tower basin perlu diisi dengan air sampai level maksimumnya.

Jumlahnya sangat banyak. Tapi tentu tergantung dari kapasitas holding volume dari cooling towernya.

Konsumsi air inilah yang disebut dengan initial charge water.

Setelah cooling tower basin diisi, maka pompa cooling water mulai dioperasikan untuk mendistribusikan cooling water ke dalam setiap alat yang menggunakannya, melalui jalur perpipaan dari discharge pipe pompa cooling water sampai dengan peralatan, dan jalur pipa di mana air kembali ke cooling tower.

Setelah pompa dinyalakan, jumlah air di basin cooling tower mulai berkurang, karena sebagian mulai mengisi ruang kosong pada pipa dan peralatan.

Untuk itu, maka diperlukan tambahan air agar levelnya bisa dinaikkan ke level minimal untuk keperluan operasi, sampai levelnya stabil.

Setelah pompa dioperasikan, maka selanjutnya fan cooling tower juga dioperasikan. Artinya udara mulai masuk ke dalam cooling tower dan mulai terjadi kontak antara air yang kembali ke dalam coolin tower dengan udara.

Evaporation dan wind loss mulai terjadi. Kemudian, blow down cooling water mulai dibuka untuk menjaga konsentrasi partikel di dalam cooling water.

Untuk menjaga agar level air di dalam cooling tower tetap stabil, maka make up valve mulai dibuka secara kontinu.

Nah, dari gambaran di atas, dapat kita simpulkan bahwa untuk menghitung kebutuhan air cooling tower, neraca masa berikut ini berlaku:

make up water = blow down + evaporation loss + wind loss

Dari persamaan di atas, dapat kita simpulkan pula bahwa make up water itu adalah kebutuhan air cooling tower yang harus diumpankan secara terus menerus agar jumlah air di dalam cooling tower tetap.

Menghitung Kebutuhan Air Menggunakan Water Usage Calculator

Untuk memperkirakan make up water yang diperlukan, ada cara cepat untuk mengetahuinya.

Bagaimana caranya?

Yaitu dengan menggunakan water usage calculator namanya. Tool ini bisa anda akses di sini secara cuma-cuma.

Ini dia tampilan halaman water usage calculator tersebut.

software perhitungan air cooling water

Yang akan dihitung dengan menggunakan tool ini adalah laju alir evaporation, drift loss, blow down dan total usage atau make up water.

Untuk dapat menggunakan tool ini, ada beberapa parameter operasi yang harus anda masukkan, yaitu:

  • tower water flow (laju alir total cooling water yang disirkulasikan)
  • hot water temperature (suhu cooling water yang kembali ke cooling tower)
  • cold water temperature (suhu cooling water yang dialirkan dari cooling water)
  • wet-bulb temperature (suhu bola basah)
  • drift rate
  • concentration (perbandingan antara konsentrasi partikel di cooling water terhadap make up water)

Kesimpulan

Perhitungan kebutuhan air cooling water meliputi perhitungan kebutuhan air untuk initial charge, menggantikan air yang hilang karena blow down, evaporation atau penguapan, wind loss atau drift loss dan kebocoran pada pipa atau peralatan.

Air yang digunakan untuk menggantikan keseluruhan air yang hilang dari cooling tower disebut dengan make up water atau air umpan.

Untuk melihat contoh cooling tower yang dijual di Indonesia, dapat dilihat di sini.

{ Add a Comment }

Cara Memilih Pressure Gauge

cara memilih pressure gauge

Pressure gauge masih merupakan instrument penting yang digunakan dalam pengukuran tekanan, baik tekanan cairan maupun gas.

Sebagai contoh, untuk melakukan pengecekan bejana tekan atau perpipaan baru dengan cara hydrostatic test, pasti kita membutuhkan pressure gauge untuk melakukannya.

Memilih pressure gauge yang tepat tentu sangat penting, agar pengukuran data tekanan yang dihasilkan akurat, pressure gaugenya tahan lama dan aman ketika digunakan. [Continue reading…]

{ Add a Comment }