10 Bahaya Hidrogen Peroksida Yang Harus Anda Tahu

bahaya hidrogen peroksida

Apakah saat ini anda menggunakan hidrogen peroksida pada pekerjaan anda sehari-hari? Dan apakah anda sudah paham betul potensi bahaya hidrogen peroksida dan cara penanganannya secara aman?

Jika belum, maka saya sarankan anda untuk membaca postingan ini. Pahami betul-betul apa saja bahaya hidrogen peroksida. Agar pada saat menanganinya anda tetap aman.

Sebaliknya, jika anda memaksakan untuk tetap menangani bahan kimia B3 yang satu ini tanpa memahami bahayanya, maka bisa jadi anda akan celaka.

Jadi, pastikan anda membaca postingan ini ya.

Apa Bahaya Hidrogen Peroksida?

Hidrogen peroksida memiliki banyak kegunaan. Banyak sekali industri yang menggunakan bahan kimia B3 yang satu ini, baik sebagai bahan baku maupun bahan kimia penolong.

Meskipun memiliki banyak kegunaan, tetapi ia tergolong bahan kimia B3. Artinya anda harus paham betul bahwa ada potensi bahaya yang dimilikinya.

Kalau anda buka MSDS hidrogen peroksida, maka anda akan menemukan daftar bahaya yang terkait dengannya.

Nah, saya akan menjelaskannya untuk anda. Tentu saja dengan penjelasan yang lebih detil. Agar anda bisa lebih mudah memahaminya.

Oksidator Kuat
Menurut standar GHS, hidrogen peroksida termasuk ke dalam oxidizing liquid category 2. Karena sifatnya yang satu, hidrogen peroksida dapat membuat kebakaran menjadi lebih besar. Karena ia terdekomposisi menghasilkan gas oksigen atau O2.

Korosif
Jika kita lihat Certificate of Analysis (COA) atau Technical Data Sheet produk hidrogen peroksida dengan kadar 50%, tampak bahwa tingkat keasamannya (pH) di bawah 2. Ini menunjukkan bahwa ia sangat asam atau bersifat korosif.

Korosif bukan hanya terhadap material pipa misalnya tetapi juga pada tubuh manusia. Resiko yang akan terjadi jika terkena kulit maka akan terjadi iritasi. Bahkan jika terkena mata akan menyebabkan kerusakan pada mata. Bahkan bisa terjadi kebutaan jika terlambat melakukan pencucian dengan air.

Jika terkena kulit, maka kulit anda akan berubah warna menjadi putih. Selain itu, kulit akan merasakan gatal dan sedikit perih. Jangan panik, warna akan hilang dalam beberapa menit. Tapi, jangan dibiarkan, cuci dengan air segera.

Beracun
Baik menurut GHS maupun OSHA, hidrogen peroksida juga bersifat racun. Bagaimana ini bisa terjadi? Tentu saja jika cairan hidrogen peroksidanya tertelan atau uapnya terhisap.

Selain beracun terhadap manusia, ia juga dapat menyebabkan keracunan pada hewan jika ia masuk ke dalam badan air.

Maka dari itu, ketika anda ingin membuang sisa hidrogen peroksida yang tidak terpakai, maka lakukan dahulu pengenceran sampai didapat larutan dengan kadar hidrogen peroksida yang aman.

Atau bisa juga diuraikan terlebih dahulu dengan mereaksikannya dengan senyawa alkali – seperti NaOH – secara perlahan-lahan.

Mudah Terdekomposisi
Salah satu sifat yang terpenting dari hidrogen peroksida adalah sifatnya yang mudah terdekomposisi atau terurai menjadi air dan gas oksigen.

Reaksi dekomposisi hidrogen peroksida:

H2O2 –> H2O + O2

Selain itu, pada saat terjadi reaksi dekomposisi ada pula panas yang dikeluarkan. Karena reaksinya bersifat eksotermis.

Yang harus menjadi perhatian adalah gas oksigen dan panas hasil reaksi dekomposisi hidrogen peroksida. Karena jika anda mengabaikannya maka akan sangat berbahaya!

Dalam kondisi suhu normal pun hidrogen peroksida akan mengalami reaksi dekomposisi. Maka setiap tempat penyimpanan, kemasan dan wadah yang digunakan harus dilengkapi dengan fasilitas venting untuk membuang gas oksigen yang terbentuk.

Jika tidak,maka over pressure dan ledakan pun bisa terjadi. Tentu saja ini potensi bahaya hidrogen peroksida yang begitu besar.

Oleh karena itu, jika anda menemukan kemasan yang berisi hidrogen peroksida menggembung, maka anda harus segera mengeluarkan gas oksigen yang ada di dalamnya.

Selain bahaya over pressure atau tekanan berlebih, suhu yang meningkat juga menjadi potensi bahaya dari reaksi dekomposisi hidrogen peroksida.

Jika reaksi dekomposisi terjadi dengan kecepatan yang lebih tinggi karena ada faktor pemicunya, maka akan timbul kenaikan suhu yang signifikan.

Bahkan jika kemasan yang digunakan terbuat dari drum HDPE atau PE Can HDPE maka ia bisa saja meleleh.

Jadi, berhati-hatilah terhadap reaksi dekomposisi hidrogen peroksida.

Penggunaan APD Bukan Satu-satunya Cara

Satu hal yang ingin saya ingatkan jika anda hendak menangani hidrogen peroksida.

Ingat menggunakan alat pelindung diri atau APD adalah bukan satu-satu cara untuk melindungi diri dari potensi bahayanya.

Seringkali ini menjadi salah paham.

Cara yang terbaik adalah dengan mengikuti teknik pengendalian bahaya. Mulailah dari teknik eliminasi, yaitu dengan tidak menggunakannya.

Jika tidak memungkinkan, gunakan teknik pengendalian pada level berikutnya.

Hal pertama jika anda ingin membeli hidrogen peroksida adalah mengecek kondisi kemasannya. Anda bisa lihat contohnya di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *