Proses Produksi Bahan Kimia A to Z

33 Tips Praktis Safety Dalam Pengelasan atau Hot Work

Safety dalam pengelasan adalah hal yang sangat penting.

Mengapa?

Karena dengan mengabaikan faktor safety atau K3 dalam pengelasan akan berakibat sangat fatal.

Kecelakaan kerja akan terjadi, yang beresiko menyebabkan luka bahkan kematian.

Video berikut menampilkan akibat dari tidak patuh terhadap prosedur safety saat proses pekerjaan pengelasan:

Mengerikan, bukan?

Potensi Bahaya Pengelasan

Mesin las adalah alat kerja yang menjadi sumber api dalam pekerjaan pengelasan. Sementara itu, bahan-bahan yang dapat atau mudah terbakar serta oksigen menjadikan segitiga api itu sempurna.

Bila ketiganya bertemu maka api akan terjadi. Dan kejadian yang tidak diinginkan yaitu kebakaran akan terjadi pula.

Nah, selain kebakaran, potensi bahaya yang terkait dengan pekerjaan pengelasan juga meliputi:

Dengan begitu besarnya potensi bahaya dari pengelasan ini, maka upaya pencegahannya menjadi sangat penting.

Lalu, hal-hal apa sajakah yang harus kita perhatikan agar pekerjaan pengelasan yang kita lakukan aman?

Silahkan simak tips praktis safety dalam pengelasan berikut ini.

Tips K3 Dalam Pengelasan

Apabila kita uraikan, maka pekerjaan pengelasan dapat dibagi menjadi tiga fase.

Yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan pemeriksaan akhir.

Tahap persiapan adalah tahapan yang sangat penting. Karena ketika gagal mempersiapkan dengan baik, maka kita sedang menyiapkan kegagalan.

Jadi, lakukan tahap persiapan dengan sebaik mungkin. Jangan sampai ada yang terlupakan. Gunakan checklist untuk mencegahnya.

Setelah tahap persiapan selesai, maka pelaksanaan pekerjaan pengelasan dapat dimulai. Kehati-hatian harus sudah mulai ditingkatkan pada tahap ini.

Bahkan inilah tahap yang paling membahayakan, karena sumber api mulai muncul.

Setelah selesai bukan berarti fokus kita dapat diturunkan. Tidak sama sekali. Ingat, bisa saja ada sumber api atau panas yang masih aktif. Sehingga perlu pengawasan pasca pelaksanaan pekerjaan.

Ini dia tips safety dalam pekerjaan pengelasan.

Tips No.1

Lakukan hazard assessment sebelum pekerjaan pengelasan (hot work) dilakukan. Identifikasi semua potensi bahaya terkait pekerjaan yang akan dilakukan. Jangan sampai ada yang tertinggal.

Tips No.2

Gunakan alat pelindung diri (APD las) yang sesuai dengan pekerjaan pengelesan ini, yaitu:

Tips No.3

Mesin las hanya boleh digunakan dalam ruangan atau area dengan ventilasi yang baik.

Tips No.4

Jika pengelasan akan dilakukan di dalam confined space, maka lakukan pengecekan kondisi udara di dalamnya, yaitu kandungan gas yang mudah terbakar (LEL) dan oksigen.

Ikuti pula prosedur melakukan pekerjaan dalam sebuah confined space.

Tips No.5

Pastikan tidak ada material yang bersifat flammable dan combustible gas dan cairan yang dekat dengan area pengelasan.

Tips No.6

Siapkan alat pemadam kebakaran ringan (APAR) yang sesuai tipe dan dalam jumlah yang cukup. Letakan dekat dengan area pengelasan.

Tips No.7

Gunakan hanya alat las atau mesin las yang siap pakai, dalam keadaan baik. Periksa sebelum digunakan.

Tips No.8

Pastikan tidak ada koneksi kabel yang kendur atau kabel yang terbuka. Segera perbaiki atau ganti dengan yang baru.

Tips No.9

Periksa kabel grounding sudah terpasang. Pastikan pula kondisi kabel grounding dalam keadaan baik.

Tips No.10

Lakukan penanganan silinder gas yang bertekanan tinggi dengan aman. Pastikan posisinya stabil dan ikat jika perlu. Periksa pula kondisi pressure gauge dan regulatornya.

Tips No.11

Minimal setidaknya ada 1 orang supervisor yang mendampingi pekerja yang melakukan hot work. Ialah yang akan memonitor kondisi pekerjaan dan area sekitar, serta memastikan kondisi tetap aman.

Tips No.12

Hanya pekerja yang terlatih atau memiliki skill yang memadai saja yang dapat terlibat dalam pekerjaan pengelasan.

Tips No.13

Prosedur log out tag out (LOTO) sudah dilakukan, agar seluruh energi telah dinonaktifkan.

Tips No.14

Pastikan tim P3K atau first aid team telah stand by di dekat lokasi pekerjaan atau hot work area. Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

Tips No.15

Lakukan pengecekan oksigen dan kadar uap atau gas mudah terbakar di area sekitar hot work akan dilakukan.

Tips No.16

Pasang safety line atau pembatas yang akan membatasi area pekerjaan pengelasan agar yang tidak berkepentingan tidak masuk ke dalam area pekerjaan.

Tips No.17

Sebelum memulai pekerjaan, pastikan ijin kerja pengelasan atau hot work permit sudah didapatkan.

Tips No.18

Pastikan jalan menuju eye washer dan shower bebas dari halangan dan dapat diakses dengan mudah dan cepat, pada saat terjadi kondisi darurat.

Tips No.19

Gunakan fire blanket apabila di dekat area pekerjaan disimpan material mudah terbakar dan tidak dapat dipindahkan ke area lain, untuk menghindari percikan api.

Tips No.20

Periksa semua peralatan tambahan – seperti scaffolding atau tangga – yang akan digunakan dalam kondisi baik dan siap pakai.

Tips No.21

Hindari melakukan pengelasan atau hot work dari atas tangga karena sangat beresiko. Sebaliknya pindahkan lokasi pekerjaan di atas tanah.

Tips No.22

Hot work hanya diperkenankan pada area yang diijinkan dan pada waktu yang diijinkan pula.

Tips No.23

Berikan perhatian lebih jika pekerjaan pengelasan dilakukan di dalam area yang tergolong ke dalam hazardous area.

Tips No.24

Jika masih memungkinkan, hindari pekerjaan pengelasan. Gunakan cara lain sebagai penggantinya, seperti menggunakan sistem baut atau flange.

Tips No.25

Lakukan pengecekan area sekitar pengelasan secara menyeluruh, sebelum pekerjaan dimulai. Pastikan bahan yang mudah terbakar yang tidak dapat dipindahkan telah dilindungi agar tetap aman ketika terkena percikan api.

Lantai yang terkontaminasi bahan yang mudah terbakar seperti oli atau solar telah dibatasi dengan air.

Tips No.26

Lakukan pula pemeriksaan pada area pengelasan kira-kira 1 jam setelah pekerjaan dimulai, untuk memastikan kondisi tetap aman.

Tips No.27

Jika memungkinkan jadwalkan pekerjaan pengelasan atau hot work pada saat pabrik dalam keadaan shut down.

Tips No.28

Hentikan pekerjaan apabila tiba-tiba terjadi kondisi tidak aman. Jangan memaksakan diri untuk melanjutkan pekerjaan. Sangat berbahaya.

Tips No.29

Apabila terdapat bahan yang dapat terbakar di sekitar area pengelasan, pastikan minimal ada 2 orang supervisor yang bertugas. Untuk memastikan ada petugas yang terus memonitor.

Tips No.30

Pastikan alat komunikasi telah tersedia dan siap digunakan apabila terjadi kondisi darurat.

Tips No.31

Jika pekerjaan pengelasan dilakukan pada alat atau perpipaan yang telah ada, pastikan bahwa sisa material atau bahan yang mudah terbakar di dalamnya telah dibersihkan sebelumnya.

Tips No.32

Jaga kebersihan selama pekerjaan berlangsung terutama dari bahan yang mudah dan dapat terbakar. Jangan lupa lakukan hal yang sama setelah pekerjaan selesai.

Tips No.33

Setelah pekerjaan selesai, tugaskan minimal 1 orang pengawas untuk tetap memantau area pekerjaan, sampai 1 jam ke depan setelah pekerjaan selesai. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada api yang muncul.

Exit mobile version