perbedaan msds dan sds

memegang peranan penting dalam hal komunikasi bahaya terkait penyimpanan, penggunaan sampai pembuangan bahan kimia berbahaya dan beracun atau B3.

Namun, sejak tahun 2003 lalu, PBB atau United Nations melalui Economic and Social Council-nya mempublikasikan Globally Harmonized System of Classification and Labeling of Chemicals (GHS). Maka, sejak saat itulah SDS atau Safety Data Sheet berlaku.

Banyak negara yang sudah mulai mengadopsi perubahan ini. Dan Indonesia pun sudah melakukannya.

Lalu, ada pertanyaan yang muncul, apa sih sebenarnya perbedaan MSDS dan SDS itu?

Jika sampai saat ini anda masih menggunakan MSDS dan bukan SDS, maka anda layak untuk mengetahui perbedaan MSDS dan SDS ini.

Ini Dia Perbedaan MSDS dan SDS

MSDS dikeluarkan oleh pembuatan produk atau produsen. Begitu juga dengan SDS. Keduanya tetap dikeluarkan oleh produsen.

Baik MSDS maupun SDS memiliki fungsi yang sama, yaitu untuk memberikan petunjuk tentang cara aman dalam hal penyimpanan, penggunaan, pembuangan dan lain-lain.

Lalu apa dong perbedaan MSDS dan SDS itu?

Ini dia perbedaan diantara keduanya:

  1. SDS berlaku universal, di seluruh dunia. MSDS tidak.
  2. MSDS memiliki format yang berbeda-beda. Ada yang terdiri dari 8 sections saja, namun ada juga yang berisikan 16 sections, seperti MSDS standar ANSI.
  3. Sedangkan format SDS sama, seragam di seluruh dunia, 16 sections.
  4. Kini yang menjadi dokumen standar adalah SDS bukan MSDS, terutama untuk proses ekspor atau impor bahan kimia.
  5. Informasi standar yang terdapat di dalam SDS ada 16, yaitu identifikasi produk, identifikasi bahaya, informasi tentang komposisi bahan kimia, tindakan P3K, tindakan pada bahaya kebakaran, prosedur tanggap darurat, hal-hal yang perlu diperhatikan pada proses penanganan dan penyimpanan, pengendalian paparan, sifat fisik dan kimia, stabilitas dan reaktifitas, informasi toksikologi, informasi ekologi, pembuangan, informasi transportasi, informasi tentang peraturan terkait, dan informasi lain termasuk revisi.
  6. Pemerintah Indonesia, melalui Peraturan Menteri Perindustrian RI No. 23/M-IND/PER/4/2013, telah secara resmi merilis penggunaan SDS (Safet Data Sheet) atau LDK (Lembar Data Keselamatan).
  7. Untuk melihat contoh Safety Data Sheet, silahkan klik di sini.

Nah, bagi anda yang masih menggunakan MSDS, buatlah rencana untuk beralih ke SDS.

Jangan terburu-buru, lakukan secara terencana. Utamakan SDS produk anda sendiri. Baru setelah itu, mulai ganti MSDS semua bahan kimia yang ada ke SDS.

Mudah kok. Tinggal minta ke suplier anda melalui bagian purchasing.