Proses Produksi Bahan Kimia A to Z

Mengenal Beragam Metode Root Cause Analysis (RCA)

Pada artikel sebelumnya, telah dijelaskan mengenai apa itu Root Cause Analysis atau RCA sebagai tool untuk problem solving.

Maka pada postingan kali ini kita akan belajar beberapa metode Root Cause Analysis yang populer digunakan untuk mencari akar penyebab atau root cause dari suatu masalah atau kecelakaan kerja.

Namun, sebelum kita bahas satu-persatu metode RCA yang ada, harus kita ingat bahwa setiap metode tidak dapat digunakan pada seluruh situasi atau masalah.

Macam-macam metode RCA yang populer digunakan di dunia industri adalah:

Penggunaan Metode Root Cause Analysis

Sekarang mari kita bahas penggunaan keempat metode Root Cause Analysis di atas.

Termasuk contoh kasus yang bisa diselesaikan dengan menggunakan metode tersebut.

Pareto Chart

Pareto chart adalah histogram yang dikombinasikan dengan grafik garis, yang memperlihatkan faktor dengan urutan nilai terbesar ke nilai terkecil.

Sedangkan grafik garis menunjukkan akumulasi persentase dari kiri ke kanan.

Pareto chart sangat cocok digunakan untuk mentukan faktor dominan dari suatu masalah.

Atau menganalisa data untuk menetapkan yang terburuk atau yang terbaik atau dapat juga digunakan untuk menetapkan skala prioritas.

Silahkan lihat contoh penerapannya di sini.

The 5-Whys

Metode RCA yang satu ini dilakukan dengan cara mengajukan serangkaian pertanyaan ‘mengapa‘ atau ‘why‘.

Setiap kali anda bertanya ‘mengapa’, maka jawaban dari pertanyaan itu menjadi dasar pertanyaan selanjutnya.

Pertanyaan ‘mengapa’ dihentikan sampai didapat akar masalahnya.

Metode RCA ini sangat cocok digunakan untuk:

Nah, anda bisa lihat contoh penggunaan The 5-Whys untuk menyelesaikan masalah di gudang seperti dipublikasikan oleh Pinterest.

Fishbone Diagram

Fishbone diagram atau disebut juga dengan diagram Ishikawa (Cause and Effect Diagram) digunakan untuk mencari faktor-faktor penyebab yang mungkin, yang dikelompokkan ke dalam beberapa kategori.

Fishbone diagram secara visual dapat dilihat seperti ini.

Kategori tersebut biasanya meliputi Man, Machine, Methode, Management dan Environment.

Scatter Diagram

Scatter diagram menggunakan pasangan data untuk mengungkapkan hubungan antar variabel secara kuantitatif.

Untuk membuat scatter diagram – bisa dengan Excel – sangat mudah, yaitu dengan cara membuat diagram X-Y, dimana data pada sumbu X adalah faktor yang diduga sebagai penyebab dan data pada sumbu Y sebagai akibat.

Jika grafik menunjukkan pola yang jelas, maka anda dapat menetapkan bahwa kedua variabel tersebut memiliki korelasi.

Setelah itu, lalu dilakukan analisa lebih lanjut dengan cara regresi atau membuat persamaan.

Agar lebih jelas, silahkan anda lihat contoh penggunaan scatter diagram untuk menentukan pengaruh penambahan hidrogen peroksida pada penurunan COD limbar cair di sini.

Exit mobile version