kegunaan asam formiat

Asam formiat (formic acid) – dengan rumus kimia CH2CO2 – atau lebih dikenal dengan sebuat asam semut, adalah bahan kimia yang dapat terbentuk secara alami serta dapat diproduksi secara komersil di pabrik kimia.

Di alam, asam formiat ditemukan pada gigitan serangga, khususnya semut dan tawon. Bahan kimia inilah yang menyebabkan iritasi pada saat kita terkena gigitan semut atau tawon.

Secara fisik, asam formiat adalah cairan bening, dengan bau asam yang sangat menyengat, dan dapat larut di dalam air dengan baik.

Pabrik yang memproduksi asam formiat di Indonesia adalah PT Sintas Kurama Perdana, yang berlokasi di Cikampek, Karawang, Jawa Barat.

Produksi Asam Formiat Dunia

Saat ini banyak pabrik yang memproduksi asam formiat di dunia.

Beberapa perusahaan terkemuka yang memproduksi asam formiat antara lain BASF, LUXI, Eastan, Huaqiang Chemical dan Tianyuan Group.

Dari sisi jumlah produksi, menurut NBC-2, pada tahun 2016 yang lalu, produksi asam formiat dunia mencapai 1,015 juta ton.

Dan diperkirakan, pada tahun 2022 mendatang tingkat produksinya bisa mencapai 1,217 juta ton.

Kegunaan Asam Formiat

Dari jutaan ton asam formiat yang diproduksi setiap tahunnya, industri apa sajakah yang menggunakannya?

Dari beberapa sumber yang dirujuk – seperti acidpedia.org, icis.com – kegunaan asam formiat dalam industri adalah:

  • Asam formiat banyak digunakan sebagai bahan pengawet dan bahan kimia anti bakteri.
  • Dalam bidang industri pertanian, asam formiat disemprotkan ke dalam pakan ternak untuk mengurangi laju kerusakannya.
  • Dalam proses pengolahan kulit, asam formiat digunakan sebagai bahan kimia untuk mencegah tumbuhnya jamur.
  • Asam formiat juga digunakan pada proses pewarnaan tekstil dan proses finishingnya.
  • Proses pembuatan pemanis buatan juga menggunakan asam formiat dalam proses pembuatannya.
  • Selain kegunaan di atas, kegunaan lain dari asam formiat adalah digunakan pada proses koagulasi karet alam, desulfurisasi, menghilangkan karat dan sebagai anti oksidan.