cara mengurangi konsumsi air cooling tower

Cooling tower merupakan salah satu peralatan terpenting bagi sebuah pabrik kimia, seperti pabrik asam nitrat.

Proses produksi tidak akan dapat dijalankan jika cooling tower tidak dapat beroperasi.

Mengapa?

Karena peralatan proses seperti kompresor dan mesin pendingin (chiller) tidak dapat beroperasi tanpa adanya media pendingin cooling water.

Untuk dapat beroperasi sebuah cooling tower memerlukan utilitas seperti air, listrik serta chemical untuk keperluan cooling water treatment agar kualitas cooling water tetap terjaga baik.

Agar cooling tower dapat beroperasi secara efisien, tentu saja konsumsi utilitas (air dan listrik) serta cooling water treatment chemical perlu dikendalikan tanpa mengganggu operasinya serta faktor keselamatannya.

Air diperlukan oleh cooling tower sebagai make up water, untuk menggantikan air yang hilang dari cooling tower.

Jumlah air yang diperlukan cukup banyak. Maka, mengurangi konsumsi air cooling tower merupakan cara yang tepat dalam mengurangi biaya operasional cooling tower secara signifikan.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana cara mengurangi konsumsi air cooling tower yang efektif itu?

Yuk, mari kita simak cara menurunkannya.

Cara Mengurangi Konsumsi Air Cooling Tower

Mengetahui cara menghitung kebutuhan air untuk cooling tower adalah langkah awal agar dapat mengetahui untuk apa sajakah konsumsi air di cooling tower itu.

Nah setelah itu, maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengurangan konsumsi air cooling tower dengan cara di bawah ini:

  1. Memaksimalkan cycle of concentration. Angka cycle of concentration didefinisikan sebagai rasio atau perbandingan antara konduktifitas (atau bisa juga TDS) cooling water dengan make up water. Menurut suplier cooling water treatment tertentu, cycle of concentration bisa dinaikkan sampai mencapai 6.
  2. Mengurangi blow down. Dengan cara ini konsumsi air memang dapat diturunkan dengan cepat. Akan tetapi turbidity (kekeruhan) cooling water serta kandungan mineral di dalamnya  akan naik signifikan. Tentu ini tidak baik. Kurangi flow blow down dengan tepat.
  3. Memasang side stream filter. Cara ini memang sangat efektif untuk mengurangi kandungan total suspended solid (TSS), organisme yang telah mati, lumpur dan kontaminan lainnya dari cooling water. Dengan memasang filter ini, cycle of concentration dapat dimaksimalkan.
  4. Memasang conductivity controller untuk mengatur flow blow down secara otomatis.
  5. Memasang flow meter pada pipa make up dan blow down. Dengan adanya flow meter, maka flow make up water and blow down dapat diatur dengan baik supaya tetap seimbang.
  6. Memasang sistem pemurnian air make up atau cooling water jika hardness (kalsium dan magnesium) menjadi kendala dalam mengoptimalkan nilai cycle of concentration.
  7. Melakukan preventive maintenance pada heat exchanger agar proses perpindahan panas efektif. Semakin tinggi suhu cooling water yang kembali ke cooling tower maka tingkat penguapan air akan semakin tinggi.
  8. Mengendalikan level air di basin cooling tower agar tidak terjadi over flow.
  9. Pilih suplier cooling water yang memiliki komitmen kuat dalam melakukan konservasi air di cooling tower.
  10. Mengolah kembali air blow down agar bisa digunakan kembali sebagai air make up. Pilih teknologi pemisahan yang paling efektif dan efisien.
  11. Lakukan inspeksi secara berkala pada fasilitas distribusi cooling water dan cooling towernya sendiri agar kebocoran dapat diperbaiki segera.
  12. Jika masih ada sistem pendinginan yang once through, lakukan modifikasi supaya media pendinginnya bisa dikembalikan ke cooling tower.