Cara Memilih Pressure Gauge Yang Tepat Dengan Cepat

cara memilih pressure gauge

Pressure gauge merupakan instrument yang sangat penting, yang digunakan dalam pengukuran tekanan, baik tekanan cairan maupun gas di dalam dunia industri kimia.

Sebagai contoh, untuk melakukan pengecekan bejana tekan atau perpipaan baru dengan cara hydrostatic test, pasti kita membutuhkan pressure gauge untuk melakukannya.

Memilih pressure gauge yang tepat tentu sangat penting, agar pengukuran data tekanan yang dihasilkan akurat, pressure gaugenya tahan lama dan aman ketika digunakan.

Lalu, bagaimana cara memilih pressure gauge yang benar itu?

Ikuti tutorial berikut ini untuk mengetahuinya.

Cara Memilih Pressure Gauge Yang Baik

Sebelum memutuskan pembelian atau pengadaan pressure gauge, maka pastikan bahwa anda telah mengikuti tutorial di bawah ini.

Supaya pressure gauge yang anda beli sesuai dengan kebutuhan dan pantas dengan harga telah anda bayarkan tentunya.

Material

Hal pertama yang harus anda perhatikan adalah jenis material yang akan kontak dengan bahan kimia (cair atau gas) yang tekanannya akan diukur. Atau istilahnya wetted material (bourdon tube dan soket).

Pressure gauge yang akan mengukur tekanan hidrogen peroksida tentu memerlukan material yang berbeda dengan pressure gauge yang digunakan untuk mengukur tekanan air bebas mineral.

Pastikan material yang digunakan kompatibel dengan fluida yang akan diukur tekanannya.

Selain faktor fluida, kondisi lingkungan, kelembaban dan tingkat debu. Hal ini menentukan pemilihan material casing pressure gauge.

Skala Maksimum

Penentuan skala maksimum pressure gauge didasarkan pada tekanan operasi normal.

Idealnya, tekanan operasi normal berada pada posisi 50% -75% dari skala maksimum pressure gauge. Hal ini untuk memberikan ruang jika terjadi fluktuasi tekanan pada sistem.

Akurasi

Kebutuhan tingkat akurasi setiap proses bisa jadi berbeda. Maka sesuaikan tingkat akurasi yang dibutuhkan dengan desain pressure gauge yang akan dibeli.

Secara umum tingkat akurasi di industri adalah 1%. Anda bisa buka rujukannya di ASME B40.100.

Dial Size

Diameter display pressure gauge (dial size) yang tersedia di pasaran berkisar dari 1.5 inch – 16 inch.

Ukuran yang dipilih disesuaikan dengan kemudahan pembacaan,  area pemasangan yang tersedia dan tingkat akurasi.

Ukuran Koneksi

Koneksi pressure gauge tersedia dalam beragam standar, NPT, DIN, JIS dan lainnya.

Pemilihan ukuran koneksi biasanya didasarkan pada tekanan proses, dial size, luas area pemasangan dan pengalaman.

Posisi Koneksi

Faktor terakhir yang harus dipertimbangkan adalah posisi koneksi. Pemilihan posisi koneksi tergantung kebutuhan. Pilihan yang tersedia antara lain dari bawah (dengan stem dan tanpa stem) dan bagian belakang.

Kesimpulan

Memilih pressure gauge yang tepat adalah sebuah keharusan agar kebutuhan monitoring dan controlling pada proses produksi dapat dilakukan. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan saat memilih pressure gauge adalah jenis material, skala maksimum, akurasi, dial size, ukuran koneksi dan posisi koneksi.

3 Komentar

  1. Pingback: 33 Tips Praktis Safety Dalam Pengelasan atau Hot Work

  2. Pingback: Cara Cepat Konversi Satuan Secara Online dan Offline

  3. Pingback: Checklist Pemeriksaan APAR Bulanan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.