Bagaimana Cara Menentukan Potensi Bahaya di Tempat Kerja?

cara menentukan potensi bahaya di tempat kerja

Setelah kita mengenal potensi bahaya di tempat kerja, maka langkah selanjutnya yang harus kita lakukan adalah melakukan identifikasi atau menentukan jenis potensi bahaya yang ada di tempat kerja kita.

Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana cara menentukan potensi bahaya di tempat kerja?

Atau dengan kata lain, metode apa saja yang dapat kita gunakan untuk mengenali potensi-potensi bahaya tersebut?

Paling tidak, ada 7 cara atau metode untuk menentukan potensi bahaya di tempat kerja.

Namun, satu hal yang perlu kita ingat adalah bahwa semakin banyak metode yang kita gunakan, maka peluang untuk dapat mengidentifikasi potensi bahaya akan semakin besar.

Karena, bisa jadi satu potensi bahaya mungkin tidak dapat diidentifikasi dengan suatu metode tertentu, akan tetapi hanya dapat diidentifikasi dengan metode lainnya.

Jadi, pastikan anda memahami betul-betul ke-7 metode berikut ini:

  1. Pre-Use Analysis
  2. Multi-Step Planning Process
  3. Work Permitting
  4. Equipment Inspection
  5. Suggestion Method
  6. Walk-through Safety and Health Audit
  7. Safety Patrol

Metode-1 Pre-Use Analysis

Metode Pre-Use Analysis dapat diterapkan sebelum peralatan baru, instrument baru, mesin baru atau fasilitas baru lainnya digunakan.

Jadi, sebelum ada paparan bahaya, kita identifikasi terlebih dahulu kira-kira bahaya apa saja yang akan timbul bila alat baru tersebut nanti kita operasikan.

Untuk dapat melakukannya, kita harus paham betul bagaimana cara kerja alat baru tersebut, prosedur start-up, prosedur shut down, kondisi operasi, jenis dan intensitas energi yang digunakan dan informasi terkait lainnya.

Metode-2 Multi-Step Planning Process

Metode ini diterapkan pula sebelum paparan bahaya terjadi. Akan tetapi, penerapannya adalah pada setiap kegiatan/aktifitas, tugas atau pekerjaan yang akan dilakukan. Bukan pada alat.

Caranya adalah dengan mengungkapkan serangkaian pertanyaan sebelum suatu pekerjaan atau aktifitas dilakukan, seperti pertanyaan berikut ini:

  • Kegiatan atau pekerjaan apa yang akan dilakukan?
  • Apa tujuan dari kegiatan atau pekerjaan yang akan saya lakukan ini?
  • Bagaimana cara melakukan kegiatan atau aktifitas ini?
  • Bagaimana saya dapat terluka atau celaka ketika melakukannya?
  • Apa yang akan saya lakukan untuk mencegah terjadi kecelakaan kerja ketika melakukan pekerjaan atau aktifitas ini?

Metode-3 Work Permitting

Izin kerja atau work permit adalah metode yang dilakukan sebelum pekerjaan atau aktifitas mulai dilakukan. Beberapa pertanyaan akan disampaikan, termasuk checklist yang harus dilengkapi, untuk memastikan seluruh potensi bahaya yang terkait dengan pekerjaan telah diidentifikasi.

Selain itu, pengecekan kondisi peralatan atau alat bantu yang digunakan akan dilakukan pula, seperti kondisi tangga, hoist, dan lainnya.

Yang tidak kalah penting pula adalah pengecekan atau analisa gas-gas berbahaya seperti karbon monoksida atau gas CO, H2S, gas flammable, dan gas lainnya. Pemenuhan kadar oksigen (O2) minimum pun akan dilakukan pengecekan dengan menggunakan gas detector.

Metode-4 Equipment Inspection

Equipment inspection atau inspeksi peralatan adalah cara mengidentifikasi potensi bahaya yang diterapkan pada peralatan sebelum alat tersebut digunakan atau dioperasikan.

Inspeksi terhadap peralatan direncanakan dengan baik untuk memeriksa kondisi alat secara keseluruhan, alat safetynya, emergency stop, kondisi pengaman, dan lain sebagainya.

Metode ini hampir mirip dengan Pre-Use Analysis. Perbedaannya terletak pada kondisi alat, baru dan lama.

Metode-5 Suggestion Method

Dengan menerapkan metode ini, setiap pekerja yang terkait dengan alat atau pekerjaan, didorong untuk mengusulkan atau memberikan masukan terkait dengan potensi bahaya yang melekat pada alat atau pekerjaan yang akan dilakukan.

Setiap pekerja, dengan berbagai pengalaman mereka, memberikan masukan mengenai bahaya yang mungkin ada. Dan ini adalah kebiasaan yang sangat baik, karena secara tidak langsung setiap orang akan membagikan pengalaman mereka kepada pekerja lain, yang mungkin belum mempunyai pengalaman seperti pekerja tersebut.

Metode-6 Walk-Through Safety and Health Audit

Audit K3 adalah kesempatan terbaik bagi anda untuk memperbaiki kondisi K3 di tempat kerja anda. Selain itu, audit K3 dapat membantu anda menemukan potensi bahaya yang selama ini tidak atau belum pernah anda identifikasi.

Hal ini biasanya terjadi ketika audit dilakukan oleh mereka yang memang ahli dalam bidang K3, K3 kebakaran, auditor ISO 45001 atau auditor dari lembaga pemerintah dengan latar belakang ahli di bidangnnya.

Metode-7 Safety Patrol

Safety patrol dapat dilakukan baik secara individu maupun kelompok. Safety patrol juga dapat dilakukan harian, mingguan, bulanan atau tahunan, biasanya disesuikan dengan kebutuhan serta kondisi dan besar-kecilnya tempat kerja.

Melakukan safety patrol secara berkala merupakan metode yang lebih fleksible dalam melakukan proses identifikasi sumber potensi bahaya di tempat kerja, dibandingkan dengan metode lainnya.

Selain itu, safety patrol dapat dilakukan mulai dari karyawan dengan level terendah sampai top level management.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.