Tahukah Anda Apa itu UN Number? Yuk Cari Tahu

apa itu UN Number

UN Number adalah nomor identifikasi internasional yang terdiri dari empat digit dan ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengidentifikasi bahan berbahaya selama penyimpanan, penanganan, dan transportasi.

Nomor ini digunakan secara global pada Safety Data Sheet (SDS), label bahan kimia, kemasan, dokumen pengiriman, hingga kendaraan pengangkut agar setiap bahan berbahaya dapat dikenali dengan cepat dan ditangani secara aman.

Jika Anda bekerja di pabrik kimia, perusahaan logistik, gudang B3, laboratorium, maupun bagian HSE, memahami UN Number bukan hanya sekadar memenuhi persyaratan regulasi. Kesalahan menentukan UN Number dapat menyebabkan kesalahan pelabelan, penggunaan kemasan yang tidak sesuai, hingga penolakan pengiriman oleh perusahaan transportasi.

Pada postingan ini kita akan membahas secara lengkap mengenai pengertian UN Number, fungsi, cara mencari, contoh penggunaannya di industri, serta daftar UN Number bahan kimia yang paling sering digunakan.

Apa Itu UN Number?

UN Number adalah empat digit angka yang ditetapkan oleh Komite Ahli Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Committee of Experts on the Transport of Dangerous Goods) sebagai identitas setiap bahan berbahaya (dangerous goods) yang diperdagangkan dan diangkut di seluruh dunia.

Nomor ini bersifat internasional, sehingga bahan kimia yang dikirim dari negara kita Indonesia ke Jepang, Amerika Serikat, Eropa, atau negara lainnya akan tetap menggunakan UN Number yang sama.

Tidak akan ada perbedaan UN Number yang berbeda.

Misalnya:

Nama Bahan Kimia UN Number
Aseton 1090
Etanol 1170
Metanol 1230
Asam Sulfat 1830
Asam Klorida 1789
Natrium Hidroksida 1823

UN Number memudahkan petugas logistik, operator gudang, pemadam kebakaran, maupun tim tanggap darurat mengenali jenis bahaya suatu bahan kimia B3 tanpa harus memahami nama dagangnya.

Sebagai contoh, produk yang dijual dengan berbagai merek dagang tetap memiliki UN Number yang sama apabila komposisi dan klasifikasi bahayanya sama.

Apakah Semua Bahan Kimia Memiliki UN Number?

Jawabannya adalah tidak.

UN Number hanya diberikan kepada bahan atau produk yang termasuk kategori Dangerous Goods atau bahan berbahaya menurut regulasi transportasi internasional.

Sebaliknya, banyak bahan kimia yang tidak tergolong berbahaya dalam transportasi sehingga tidak memiliki UN Number.

Sebagai contoh:

  • Air murni tidak memiliki UN Number.
  • Larutan gula tidak memiliki UN Number.
  • Sebagian besar bahan pangan tidak memiliki UN Number.

Sementara itu, bahan-bahan seperti asam kuat, basa kuat, pelarut organik yang mudah terbakar, gas bertekanan, bahan oksidator, racun, dan bahan korosif umumnya memiliki UN Number.

Mengapa UN Number Sangat Penting?

UN Number menjadi sesuatu yang wajib diketahui oleh produsen maupun pengguna bahan kimia B3.

Angka identifikasi ini digunakan dalam pembuatan Safety Data Sheet (SDS), label bahan kimia, pemilihan jenis kemasan yang sesuai, hingga proses transportasi sampai penyimpanannya.

Jika Anda melakukan pembelian bahan kimia B3, maka informasi mengenai UN Number biasanya dapat ditemukan pada dokumen berikut ini:

  • Safety Data Sheet (SDS) atau MSDS
  • Label kemasan
  • Dokumen pengiriman
  • Kemasan luar (outer packaging) seperti IBC tank
  • ISO Tank Container
  • Placard kendaraan pengangkut

Apabila bahan kimia dikirim menggunakan ISO Tank Container, maka UN Number umumnya dipasang dengan jelas pada bagian depan, samping kira, samping kanan dan belakang tangki sehingga mudah dikenali oleh petugas di lapangan.

Keberadaan UN Number sangat membantu petugas apabila terjadi keadaan darurat seperti kebakaran, kebocoran, atau kecelakaan selama transportasi. Tim tanggap darurat dapat segera mengetahui jenis bahan yang terlibat sehingga tindakan penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sesuai dengan prosedur.

Fungsi UN Number di Industri

Di lingkungan industri, UN Number tidak hanya digunakan sebagai identitas bahan kimia. Nomor ini memiliki berbagai fungsi penting yang berkaitan dengan keselamatan, kepatuhan regulasi, dan kelancaran operasional.

1. Identifikasi Bahan Berbahaya

Satu nomor dapat langsung menunjukkan jenis bahan yang sedang ditangani.

Sebagai contoh, ketika operator melihat UN 1830, mereka dapat segera mengetahui bahwa bahan tersebut adalah asam sulfat tanpa harus membaca keseluruhan label.

Hal ini sangat membantu ketika menangani ratusan hingga ribuan jenis bahan kimia pada gudang yang sama.

2. Penyusunan Safety Data Sheet (SDS)

UN Number merupakan informasi wajib yang dicantumkan pada Section 14 – Transport Information dalam Safety Data Sheet atau LDK.

Tanpa informasi ini, dokumen SDS menjadi tidak lengkap untuk keperluan pengiriman bahan kimia.

3. Penentuan Kemasan

Tidak semua jenis kemasan boleh digunakan untuk semua bahan kimia. Hanya jenis kemasan yang tertentu saja yang dapat digunakan.

UN Number akan mengacu pada ketentuan mengenai:

  • jenis drum
  • jerigen
  • intermediate bulk container (IBC)
  • tangki
  • kemasan kombinasi

yang diizinkan berdasarkan regulasi pengangkutan barang berbahaya.

4. Penentuan Label dan Placard

UN Number juga digunakan pada:

  • label kemasan
  • placard kendaraan
  • kontainer
  • ISO tank container
  • gudang penyimpanan

Dengan demikian, setiap orang yang menangani bahan tersebut dapat langsung mengetahui potensi jenis bahan kimia serta bahayanya.

5. Mempermudah Proses Ekspor dan Impor

Dalam perdagangan internasional, perusahaan pelayaran maupun maskapai penerbangan akan selalu meminta informasi mengenai Proper Shipping Name, UN Number, Hazard Class dan Packing Group kepada pengekspor atau produsen bahan berbahaya.

Tanpa data tersebut, pengiriman dapat ditolak atau mengalami penundaan.

6. Mendukung Sistem Tanggap Darurat

Saat terjadi kebocoran bahan kimia di jalan raya atau pelabuhan, atau bahkan saat pelayaran, maka petugas pemadam kebakaran biasanya akan mencari nomor UN yang terpasang pada kendaraan atau kemasan.

Berdasarkan nomor tersebut, petugas pemadam kebakaran dapat menentukan:

  • media pemadam yang sesuai,
  • alat pelindung diri (APD) yang harus digunakan,
  • jarak aman evakuasi,
  • prosedur penanganan tumpahan,
  • tindakan pertolongan pertama.

Karena alasan inilah UN Number menjadi salah satu informasi terpenting dalam sistem manajemen keselamatan bahan kimia.

Mengapa Satu Bahan Kimia Bisa Memiliki Lebih dari Satu UN Number?

Banyak orang mengira setiap bahan kimia hanya memiliki satu UN Number. Padahal, tidak selalu demikian.

Ada bahan kimia B3 yang memiliki UN Number yang spesifik, tetapi ada pula sekelompok bahan kimia dengan sifat bahaya yang mirip menggunakan UN Number yang bersifat umum (generic entry).

Selain itu, perbedaan konsentrasi atau kemurnian juga dapat menyebabkan perubahan UN Number.

Sebagai contoh adalah hidrogen peroksida (H₂O₂).

Bahan oksidator kuat ini memiliki UN Number 2014 apabila konsentrasinya kurang dari 60%.

Namun apabila konsentrasinya 60% atau lebih, maka UN Number yang digunakan adalah 2015.

Perbedaan ini bukan sekadar perubahan angka, tetapi mencerminkan perubahan tingkat bahaya sehingga persyaratan pengemasan, pelabelan, dan pengangkutannya juga berbeda.

Karena itu, menentukan UN Number bahan kimia murni biasanya lebih mudah dibandingkan menentukan UN Number untuk produk campuran (mixture).

Cara Mencari UN Number Bahan Kimia

Menentukan UN Number tidak boleh dilakukan dengan menebak berdasarkan nama dagang produk. Gunakan sumber informasi yang resmi agar tidak terjadi kesalahan klasifikasi.

Berikut beberapa cara yang paling umum digunakan di industri dalam mencari informasi terkait dengan UN Number, yaitu:

1. Melalui Safety Data Sheet (SDS)

Cara paling mudah adalah melihat Section 14 – Transport Information pada SDS.

Pada bagian ini biasanya tercantum informasi seperti:

  • UN Number
  • Proper Shipping Name
  • Hazard Class
  • Packing Group
  • Environmental Hazard (jika ada)

Untuk pengguna bahan kimia, SDS merupakan sumber informasi pertama yang harus diperiksa.

2. Melalui Label Kemasan

Produsen bahan kimia diwajibkan untuk mencantumkan UN Number pada label kemasan, terutama untuk produk yang diklasifikasikan sebagai Dangerous Goods.

Informasi ini biasanya berada di dekat simbol bahaya atau nama pengiriman resmi (Proper Shipping Name).

3. Melalui ISO Tank Container

Untuk pengiriman dalam jumlah besar menggunakan ISO Tank Container, UN Number biasanya dipasang dalam bentuk papan berwarna oranye atau placard yang terlihat jelas pada bagian depan, samping dan belakang tangki.

Informasi ini memudahkan proses identifikasi selama pengangkutan maupun saat terjadi keadaan darurat.

4. Melalui Daftar Dangerous Goods

Apabila Anda bertugas menyusun SDS, mengklasifikasikan produk baru, atau menangani pengiriman internasional, UN Number juga dapat dicari melalui daftar resmi Dangerous Goods yang diterbitkan berdasarkan rekomendasi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Daftar tersebut berisi ribuan bahan kimia beserta nama pengiriman resmi, kelas bahaya, dan informasi transportasi lainnya.

Cara Menentukan UN Number untuk Bahan Kimia Campuran

Menentukan UN Number untuk bahan kimia murni umumnya relatif mudah karena nama zat tersebut biasanya sudah tercantum dalam daftar Dangerous Goods.

Namun, prosesnya menjadi lebih kompleks apabila produk yang dikirim berupa campuran (mixture) atau produk kimia hasil formulasi.

Hal ini banyak ditemui pada produk industri seperti:

  • Bahan pembersih (cleaning chemical)
  • Water treatment chemical
  • Cat dan coating
  • Tinta (ink)
  • Adhesive
  • Resin
  • Pestisida
  • Produk laboratorium
  • Formulasi khusus hasil blending

Pada produk seperti ini, tidak selalu tersedia UN Number yang secara spesifik sesuai dengan nama dagangnya. Lalu, bagaimana cara menentukan UN Number untuk produk semacam itu?

Berikut ini adalah langkah-langkahnya.

Langkah 1. Identifikasi Komposisi Produk

Langkah pertama adalah mengetahui komposisi bahan penyusun produk.

Anda dapat memperoleh informasi ini biasanya melalui:

  • Formula produk
  • Safety Data Sheet (SDS)
  • Data dari pemasok bahan baku
  • Hasil pengujian laboratorium (jika diperlukan)

Mengetahui komposisi bahan dalam sebuah produk sangat penting karena sifat bahaya campuran ditentukan oleh bahan penyusunnya.

Langkah 2. Tentukan Bahaya Dominan

Langkah selanjutnya adalah menentukan bahaya utama dari produk tersebut.

Tentukanapakah produk tersebut bersifat:

  • Mudah terbakar?
  • Korosif?
  • Beracun?
  • Oksidator?
  • Gas bertekanan?
  • Mudah meledak?
  • Berbahaya bagi lingkungan?

Bahaya dominan inilah yang akan menjadi dasar dalam proses klasifikasi UN Number produk hasil formulasi.

Kita lihat satu contoh. Suatu campuran mungkin mengandung bahan yang mudah terbakar sekaligus bersifat korosif. Dalam kondisi tertentu, salah satu sifat bahaya tersebut akan menjadi prioritas dalam penentuan UN Number sesuai aturan klasifikasi barang berbahaya.

Langkah 3. Tentukan Proper Shipping Name

Setelah mengetahui karakteristik bahayanya, langkah berikutnya adalah menentukan Proper Shipping Name (PSN).

Proper Shipping Name merupakan nama resmi yang digunakan dalam dokumen transportasi internasional.

Berikut ini contoh PSN yang sering kita temukan:

  • Sulfuric Acid
  • Acetone
  • Nitric Acid
  • Hydrogen Peroxide, Aqueous Solution
  • Flammable Liquid, N.O.S.
  • Corrosive Liquid, N.O.S.

Apabila tidak tersedia nama spesifik, biasanya digunakan generic entry seperti N.O.S. (Not Otherwise Specified).

Langkah 4. Tentukan Hazard Class dan Packing Group

Setelah Proper Shipping Name diperoleh, maka selanjutnya adalah menentukan Hazard Class, Subsidiary Risk (jika ada) dan Packing Group.

Informasi ini akan menentukan jenis kemasan yang diperbolehkan, jumlah maksimum setiap kemasan, label bahaya, dan persyaratan transportasi.

Langkah 5. Verifikasi Menggunakan Regulasi Resmi

Langkah terakhir adalah mencocokkan hasil klasifikasi dengan regulasi internasional seperti UN Model Regulations, IMDG Code, IATA Dangerous Goods, Regulations, ADR, dan RID.

Proses verifkasi ini biasanya dilakukan oleh personel yang telah memiliki kompetensi dalam klasifikasi Dangerous Goods.

Tips Praktis: Jangan menentukan UN Number hanya berdasarkan produk sejenis di internet atau menggunakan SDS dari merek lain. Dua produk dengan nama dagang yang mirip belum tentu memiliki klasifikasi transportasi yang sama.

Perbedaan UN Number, CAS Number, GHS, dan HS Code

Penting untuk kita ketahui bahwa masih banyak orang yang menganggap UN Number sama dengan CAS Number. Padahal keduanya memiliki fungsi yang sangat berbeda.

Istilah Fungsi Contoh
UN Number Identifikasi bahan berbahaya untuk transportasi UN 1789
CAS Number Identitas unik suatu zat kimia 7647-01-0
HS Code Klasifikasi barang untuk kepabeanan 2806.10
GHS Sistem klasifikasi dan komunikasi bahaya Flame, Corrosion, Skull

Perlu dicatat bahwa memahami perbedaan ini penting, agar tidak terjadi kesalahan saat menyusun dokumen ekspor, SDS, maupun label.

Sebagai contoh, asam klorida memiliki:

  • CAS Number 7647-01-0
  • UN Number 1789

Kedua nomor tersebut memiliki fungsi yang berbeda dan tidak dapat saling menggantikan.

Hubungan UN Number dengan Safety Data Sheet (SDS)

Idealnya, SDS merupakan dokumen pertama yang harus diperiksa ketika ingin mengetahui UN Number suatu bahan kimia, dimana ia biasanya tercantum pada Section 14 – Transport Information bersama informasi lainnya seperti:

  • Proper Shipping Name
  • Hazard Class
  • Packing Group
  • Marine Pollutant
  • Informasi transportasi darat
  • Transportasi laut
  • Transportasi udara

Sebagai contoh:

UN Number : 1789

Proper Shipping Name :
Hydrochloric Acid

Hazard Class :
8

Packing Group :
II

Apabila suatu bahan tidak diklasifikasikan sebagai Dangerous Goods, pada bagian tersebut biasanya akan tertulis Not Regulated atau keterangan serupa.

Karena itu, ketika menerima bahan kimia baru dari pemasok, pastikan Section 14 pada SDS telah diisi secara lengkap.

Hubungan UN Number dengan Label GHS

UN Number dan label GHS sering ditemukan pada kemasan bahan kimia, tetapi keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

Label GHS digunakan untuk mengkomunikasikan bahaya kepada pengguna.

Sedangkan UN Number digunakan untuk mengidentifikasi bahan selama proses transportasi.

Sebagai contoh, sebuah drum berisi asam klorida dapat memiliki simbol korosif GHS, kata peringatan (Danger), Hazard Statement, Precautionary Statement, serta UN Number 1789.

Semua informasi tersebut saling melengkapi agar bahan dapat digunakan dan dikirim secara aman.

Implementasi UN Number di Industri

UN Number digunakan hampir di seluruh siklus penanganan bahan kimia, mulai dari pembelian bahan bakub hingga produk akhir dikirim ke pelanggan.

1. Departemen Purchasing

Departemen pembelian menggunakan UN Number untuk memastikan bahan yang diterima sesuai pesanan, pemasok mengirim produk dengan klasifikasi yang benar, dan dokumen pengiriman telah lengkap.

Hal ini juga membantu menghindari kesalahan penerimaan bahan dengan karakteristik bahaya yang berbeda.

2. Gudang B3

Di gudang bahan berbahaya, UN Number digunakan untuk proses:

  • identifikasi produk,
  • pengelompokan bahan,
  • segregasi penyimpanan,
  • penyusunan emergency response,
  • inventarisasi bahan kimia.

Sebagai contoh, bahan oksidator tidak boleh ditempatkan berdekatan dengan bahan yang mudah terbakar. Informasi UN Number dan kelas bahaya membantu menentukan tata letak penyimpanan yang aman.

3. Departemen Produksi

Operator produksi menggunakan UN Number sebagai salah satu referensi untuk memastikan bahan baku yang digunakan sesuai dengan spesifikasi proses. Hal ini penting terutama pada pabrik yang menangani puluhan hingga ratusan jenis bahan kimia setiap hari.

4. Departemen HSE

Bagi tim Health, Safety, and Environment (HSE), UN Number menjadi informasi penting untuk penyusunan prosedur darurat, pelatihan penanganan tumpahan, inspeksi gudang, audit kepatuhan, dan penyusunan daftar bahan kimia.

5. Departemen Logistik

Tim logistik menggunakan UN Number untuk menentukan:

  • jenis kendaraan,
  • label kendaraan,
  • jenis kemasan,
  • dokumen pengiriman,
  • persyaratan ekspor,
  • persyaratan pelayaran,
  • persyaratan penerbangan.

Kesalahan mencantumkan UN Number dapat menyebabkan pengiriman ditolak oleh perusahaan pelayaran maupun maskapai penerbangan.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menentukan UN Number

Meskipun terlihat sederhana, masih banyak kesalahan yang terjadi di lapangan. Berikut ini adalah beberapa kesalahan penentuan UN Number

Menggunakan Nama Dagang: UN Number ditentukan berdasarkan karakteristik bahaya bahan, bukan berdasarkan merek atau nama dagang.

Menggunakan SDS Produk Lain: Mengambil UN Number dari SDS milik produsen lain tanpa melakukan verifikasi merupakan kesalahan yang cukup sering terjadi.

Tidak Memperhatikan Konsentrasi: Seperti pada hidrogen peroksida, perubahan konsentrasi dapat menyebabkan perubahan UN Number. Hal yang sama juga berlaku pada beberapa jenis asam, basa, maupun larutan bahan kimia lainnya.

Mengabaikan Perubahan Formulasi: Perubahan komposisi produk akibat pengembangan formulasi dapat mengubah klasifikasi transportasinya. Oleh karena itu, setiap perubahan formulasi sebaiknya diikuti dengan peninjauan ulang SDS dan UN Number.

Menganggap Semua Bahan Kimia Memiliki UN Number: Tidak semua bahan kimia termasuk Dangerous Goods. Jika suatu produk tidak memenuhi kriteria klasifikasi barang berbahaya, maka produk tersebut memang dapat tidak memiliki UN Number.

Checklist Sebelum Mengirim Bahan Kimia B3

Sebelum bahan kimia dikirim ke pelanggan atau lokasi lain, pastikan checklist berikut telah diperiksa:

  • UN Number sudah benar.
  • Proper Shipping Name sesuai regulasi.
  • Hazard Class telah diverifikasi.
  • Packing Group telah ditentukan.
  • SDS merupakan versi terbaru.
  • Label GHS telah sesuai.
  • Kemasan telah memenuhi persyaratan.
  • Dokumen transportasi telah lengkap.
  • Kendaraan telah diberi placard yang sesuai.
  • Personel yang menangani pengiriman memahami prosedur keadaan darurat.

Dengan melakukan pemeriksaan sederhana ini, risiko kesalahan administrasi maupun kecelakaan selama transportasi dapat dikurangi secara signifikan.

Daftar UN Number Bahan Kimia yang Sering Digunakan di Industri

Berikut adalah daftar UN Number beberapa bahan kimia yang paling sering digunakan di industri manufaktur, petrokimia, makanan dan minuman, farmasi, pengolahan air, pulp dan kertas, serta industri pertambangan.

Catatan: Satu bahan kimia dapat memiliki lebih dari satu UN Number tergantung konsentrasi, bentuk fisik, atau klasifikasi transportasinya. Oleh karena itu, selalu lakukan verifikasi menggunakan Safety Data Sheet (SDS) terbaru sebelum menentukan UN Number pada dokumen pengiriman.

Nama Bahan Kimia UN Number Kelas Bahaya
Acetaldehyde 1089 3
Acetic Acid (Glacial) 2789 8 (3)
Acetone 1090 3
Acetonitrile 1648 3
Ammonia, Anhydrous 1005 2.3
Ammonium Hydroxide 2672 8
Benzene 1114 3
Butanol 1120 3
Calcium Hypochlorite 1748 5.1
Carbon Disulfide 1131 3
Chlorine 1017 2.3
Chloroform 1888 6.1
Ethanol 1170 3
Ethylene Glycol Tidak diklasifikasikan pada banyak konsentrasi
Formaldehyde Solution 2209 8
Formic Acid 1779 8
Hydrochloric Acid 1789 8
Hydrogen Peroxide (<60%) 2014 5.1
Hydrogen Peroxide (≥60%) 2015 5.1
Isobutanol 1212 3
Isopropanol 1219 3
Kerosene 1223 3
Methanol 1230 3 (6.1)
Methyl Ethyl Ketone (MEK) 1193 3
Nitric Acid 2031 8 (5.1)
Nitrogen, Compressed 1066 2.2
Oxygen, Compressed 1072 2.2
Peracetic Acid 3109* 5.2
Phenol 1671 6.1
Phosphoric Acid 1805 8
Potassium Hydroxide 1813 8
Sodium Chlorate 1495 5.1
Sodium Hydroxide 1823 8
Sodium Hypochlorite Solution 1791 8
Sulfuric Acid 1830 8
Toluene 1294 3
Xylene 1307 3

*UN Number untuk peracetic acid dapat berbeda tergantung konsentrasi dan komposisinya. Selalu rujuk SDS dan regulasi transportasi yang berlaku.

Daftar di atas merupakan bahan kimia yang paling banyak dijumpai di berbagai industri, termasuk industri kimia. Untuk bahan kimia lain, Anda dapat mencarinya melalui SDS atau daftar Dangerous Goods berdasarkan UN Model Regulations.

FAQ Seputar UN Number

Apa itu UN Number?

UN Number adalah nomor identifikasi internasional yang terdiri dari empat digit untuk mengenali bahan berbahaya selama proses penyimpanan dan transportasi.

Siapa yang menerbitkan UN Number?

UN Number ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations) melalui rekomendasi mengenai pengangkutan barang berbahaya (UN Model Regulations).

Apakah semua bahan kimia memiliki UN Number?

Tidak. Hanya bahan yang diklasifikasikan sebagai Dangerous Goods untuk keperluan transportasi yang memiliki UN Number.

Apakah UN Number sama dengan CAS Number?

Tidak.

CAS Number mengidentifikasi suatu zat kimia, sedangkan UN Number digunakan untuk mengidentifikasi bahaya bahan selama transportasi.

Di mana saya dapat menemukan UN Number?

UN Number dapat ditemukan pada:

  • Safety Data Sheet (Section 14)
  • Label kemasan
  • Dokumen transportasi
  • ISO Tank Container
  • Placard kendaraan pengangkut

Mengapa satu bahan kimia dapat memiliki dua UN Number?

Perbedaan konsentrasi, bentuk fisik, atau klasifikasi transportasi dapat menyebabkan satu bahan memiliki lebih dari satu UN Number.

Apakah campuran bahan kimia memiliki UN Number?

Ya, apabila campuran tersebut memenuhi kriteria sebagai Dangerous Goods. Penentuan UN Number dilakukan berdasarkan klasifikasi bahayanya.

Apakah UN Number berlaku di Indonesia?

Ya. Indonesia mengadopsi berbagai regulasi internasional mengenai transportasi barang berbahaya sehingga UN Number digunakan secara luas pada kegiatan ekspor, impor, distribusi, dan penyimpanan bahan kimia.

Apakah perubahan konsentrasi memengaruhi UN Number?

Ya. Pada beberapa bahan kimia, perubahan konsentrasi dapat mengubah klasifikasi bahaya dan UN Number. Oleh karena itu, selalu periksa SDS sesuai konsentrasi produk yang digunakan.

Apa risiko jika menggunakan UN Number yang salah?

Penggunaan UN Number yang tidak sesuai dapat menyebabkan:

  • kesalahan pelabelan,
  • penggunaan kemasan yang tidak memenuhi persyaratan,
  • penolakan pengiriman oleh perusahaan logistik,
  • meningkatnya risiko kecelakaan,
  • ketidaksesuaian terhadap regulasi yang berlaku.

Kesimpulan

UN Number merupakan identitas internasional yang sangat penting dalam pengelolaan bahan berbahaya. Nomor empat digit ini tidak hanya digunakan sebagai kode pada dokumen transportasi, tetapi juga menjadi dasar dalam penyusunan Safety Data Sheet (SDS), pelabelan, pemilihan kemasan, penyimpanan, hingga penanganan keadaan darurat.

Menentukan UN Number untuk bahan kimia murni umumnya lebih mudah dibandingkan bahan kimia campuran. Selain itu, perubahan konsentrasi suatu bahan dapat menyebabkan perubahan UN Number, sehingga penggunaan SDS terbaru menjadi sangat penting.

Bagi perusahaan yang memproduksi, menggunakan, maupun mendistribusikan bahan kimia B3, memahami UN Number merupakan bagian dari penerapan good chemical management. Kesalahan dalam penentuan nomor ini dapat berdampak pada aspek keselamatan, kepatuhan regulasi, hingga kelancaran proses logistik.

Karena itu, sebelum melakukan penyimpanan atau pengiriman bahan kimia, selalu pastikan UN Number telah diverifikasi menggunakan referensi resmi, bukan sekadar berdasarkan nama dagang atau pengalaman sebelumnya.

Daftar Pustaka

  1. United Nations. Recommendations on the Transport of Dangerous Goods: Model Regulations. Latest Revised Edition.
  2. United Nations. Recommendations on the Transport of Dangerous Goods: Manual of Tests and Criteria.
  3. International Maritime Organization (IMO). International Maritime Dangerous Goods (IMDG) Code. Latest Edition.
  4. International Air Transport Association (IATA). Dangerous Goods Regulations (DGR).
  5. UNECE. European Agreement concerning the International Carriage of Dangerous Goods by Road (ADR).
  6. OSHA. Hazard Communication Standard (29 CFR 1910.1200).
  7. United Nations. Globally Harmonized System of Classification and Labelling of Chemicals (GHS).
  8. ISO 11014. Safety Data Sheet for Chemical Products.

 

Untuk mencari daftar UN Number atau nomor UN, anda bisa lihat salah satunya di situs wikipedia.org.

Anda bisa lihat daftarnya di sini.

1 Trackback / Pingback

  1. 10 Kegunaan NaOH (Natrium Hidroksida) Dalam Kehidupan Sehari-hari

Leave a Reply